JELANG MUNAS PORDASI 2020

oleh -840 views

Tahun 2020 ini akan menjadi tahun penting bagi PP Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (PORDASI). Selain karena perkembangan olahraga berkuda yang semakin ramai di bumi Indonesia, tahun 2020 ini PP Pordasi akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) ke XIII yang salah satu agendanya adalah memilih dan menetapkan Ketua Umum PP Pordasi untuk menggantikan Edy Saddak yang sudah dua periode menjabat. Munas PP Pordasi sendiri rencananya akan di gelar di penghujung Januari 2020 ini di Bandung Jawa Barat.

“Sesuai dengan AD/ART PP Pordasi saya siap memberikan tongkat estafet kepada Ketua Umum PP Pordasi yang baru dengan tujuan agar proses pembinaan dapat terus berjalan dengan baik.” Komentar Edy Saddak ketika berkuda.com menemuinya disela-sela pelaksanaan ARKAV Cup 2020 di Parongpong Bandung (23-26/1).

 

Salah satu momen saat perhelatan Kejurnas Equestrian 2019 di JIEP, Pulomas.
Siap beri tongkat estafet

 

Menurut Edy, dirinya sangat berharap agar Ketua Umum yang baru beserta struktur kepengurusan dibawahnya dapat terus mengembangkan  olahraga berkuda di Indonesia, dengan harapan agar banyak tokoh-tokoh muda yang akan terlibat dalam struktur kepengurusan tersebut.

“Selama dua periode yang lalu saya mentargetkan agar olahraga berkuda bisa ramai kembali dan alhamdulillah hal itu sudah tercapai. Lalu untuk proses pembinaan yang baik kami juga memandang perlunya diperbanyak event-event kejuaraan dalam negeri dan itupun sudah semakin baik. Dalam kurun waktu tersebut kami fokus agar para atlit yang berkategori elit dapat turun dilevel Asia dan internasional dengan tidak melupakan pembinaan bagi atlit-atlit muda dan pendatang baru. Hasilnya adalah para atlit elit kita sudah mampu berprestasi internasional dan bahkan para atlit junior kita sudah sangat disegani di level Asia.” Papar Edy.

 

Kejuaraan lokal yang semakin profesional

 

 

Ditangan Edy Saddak, olahraga berkuda di Indonesia berkembang bak jamur dimusim hujan. Hal itu ditandai dengan bermunculannya stable-stable baru yang awalnya hanya berjumlah 20 stable hingga tembus 90 stable di tahun 2020 ini. Pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan lokal di Indonesia pun semakin marak dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang tak hanya bagus untuk para atlit elit dan junior namun juga merupakan ruang khusus bagi para atlit muda dan pendatang baru untuk menempa kemampuan mereka di lintasan arena berkuda. Dan semua itu berjalan sejajar dengan hasil prestasi para atlit berkuda Indonesia dari tingkat lokal hingga internasional.

Sehingga bila ditarik secara garis besar ada beberapa poin yang telah ditorehkan Edy Saddak dalam sejarah perkembangan olahraga berkuda di Indonesia, dan beberapa poin tersebut adalah keberhasilan Edy dalam membangun kembali semangat olahraga berkuda pasca diguncang krisis moneter tahun 1997. Menata kembali struktur kepengurusan PP Pordasi yang sempat vakum, hingga mengangkat kepercayaan diri para penggemar olahraga berkuda di Indonesia untuk kembali menyelenggarakan event-event kejuaraan sebagai proses pembinaan, serta yang paling signifikan adalah majunya cabang equestrian yang merupakan ladang prestasi baru bagi para atlit-atlit berkuda profesional Indonesia.

 

Sejarah manis dunia berkuda Indonesia

 

“Secara basis semua sudah ada dan saya berharap Ketua Umum PP Pordasi yang baru dapat melanjutkannya. Dari segi atlit kita memiliki atlit-atlit terbaik dan juga para calon atlit yang siap meregenerasi seniornya. Begitupun event kejuaraan sudah semakin banyak. Kalau pun ada kekurangan saya rasa hanya ada di pembinaan official nya saja. Jadi saya berharap denga atlit dan kejuaraan yang sudah profesional sebaiknya didukung juga dengan tenaga official lokal yang profesional juga.” Lanjut Edy.

Edy pun mengungkapkan pembinaan official tersebut bisa dilaksanakan dengan menyelenggarakan proses pelatihan baik didalam dan diluar negeri, sehingga diharapkan para tenaga official Indonesia tak hanya bisa bekerja di dalam negeri tapi bisa juga turun dipertandingan-pertandingan luar negeri. Hal ini untuk menjawab permasalahan seperti kebutuhan akan Judge level 3 atau 4 yang masih menggunakan tenaga asing.

“Ya semoga segala sesuatunya akan berjalan lancar dan saya sangat optimis masa depan olahraga berkuda di Indonesia akan cemerlang.” Tutup Edy Saddak.