JANGAN SAMPAI MENJADI POLEMIK YANG BERKEPANJANGAN

oleh -399 views

Pembentukan Pengprov Pordasi Bali hingga kini masih menyisakan polemik. Perbedaan sudut pandang masih mewarnai proses pembentukan Pengprov yang sebelumnya telah vakum selama kurang lebih 16 tahun tersebut. Kubu Dicky Kamsari mengklaim telah menempuh proses pembentukan tersebut sesuai prosedur yang berlaku hingga mendapatkan Surat Rekomendasi Konida Bali bernomor  226/KONI-Bali/VIII/2020 yang terbit pada 5 Agustus 2020 lalu dan telah  diajukan ke PP Pordasi, sementara PP Pordasi dibawah kepemimpinan Triwatty Marchiano menganggap masih ada langkah-langkah yang belum sesuai dengan AD/ART sehingga urung menurunkan Surat Keputusan dan melantik para pengurus Pengprov Pordasi Bali tersebut.

“Kami telah melakukan pembentukan Pengprov sesuai dengan aturan yang berlaku dan melibatkan tokoh-tokoh baik tokoh masyarakat dan juga tokoh olahraga berkuda di Bali, bahkan Konida Bali pun Kami libatkan hingga mendapatkan surat rekomendasi, jadi Kami rasa sebaiknya PP Pordasi jangan menghambat Kami untuk bekerja membangun olahraga berkuda di Bali karena itu merupakan hal yang kontra produktif.” Tutur Dicky Kamsari sesaat setelah melakukan rapat konsolidasi dengan jajaran Pengprov Pordasi Bali pada Senin (2/11).

 

 

Menurut informasi yang beredar, proses pembentukan Pengprov Pordasi Bali tersebut dimulai di era kepemimpinan H. Eddy Saddak sebagai Ketum PP. Pordasi, melalui Bibit Sucipto yang waktu itu menjabat sebagai Kabinpres PP. Pordasi, akhirnya berkumpulah para tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh olahraga berkuda di Bali untuk melakukan Musyawarah Provinsi (Musprov) disekitar akhir tahun 2019 dengan hasil mendaulat Dicky Kamsari sebagai Ketua Pengprov Pordasi Bali masa bakti 2020-2024.

“Kondisi Pengprov Bali waktu itu memang telah vakum, hingga Saya pun kesulitan untuk menelusuri kepengurusan Pengprov yang lama. Akhirnya Saya mengumpulkan orang-orang yang menggagas pembentukan Pengprov untuk mengadakan Musprov yang salah satu butir keputusannya adalah memberikan amanah kepada Dicky Kamsari untuk memimpin Pengprov Pordasi Bali.” Ujar Bibit Sucipto.

 

 

Secara dukungan, Dicky Kamsari memang berhasil meraih banyak simpati dari para tokoh masyarakat dan tokoh olahraga berkuda di Bali. Bahkan para tokoh masyarakat yang mendukungnya ada yang berasal dari Keluarga Kerajaan di Bali yang kini duduk membantunya di struktur organisasi Pengprov Pordasi Bali seperti A.A. Ngurah Panji Astika, dan A.A. Bagus Adi Mahendra Putra (Penasehat), lalu ada A.A. Ngurah Agung Erawan (Wakil Ketua), dan A.A. Ngurah Made Parwala (Kabidhumas). Beberapa tokoh olahraga berkuda nasional juga turut memberikan dukungannya yakni Nico Pelealu (Kabid Equestrian), Bibit Sucipto (Wakabid Equestrian), Jupri Mardi (Wakabid Pacu), dan Albert Extegenus Pelealu (Wakabid Humas), serta James Momongan yang turut hadir saat rapat konsolidasi.

“Walaupun pembentukan Pengprov Pordasi Bali ini belum mendapatkan dukungan dari PP Pordasi, namun Kami dan teman-teman akan terus bekerja. Pada Rapat Konsolidasi kemarin, Kami juga telah membentuk Pengcab-pengcab yang alhamdulillah telah terbentuk sebanyak 6 Pengcab, dan Insya Allah pada bulan Desember mendatang Kami akan menyelenggarakan Rakerda di Bali.” Lanjut Dicky Kamsari.

 

 

Terkait dengan belum turunnya dukungan dari PP Pordasi, Dicky Kamsari juga mengharapkan ada itikad baik serta kedewasaan dari PP Pordasi. Dicky pun membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi PP Pordasi untuk memberikan pembinaan terhadap Pengprov yang telah dibentuk dan dipimpinnya tersebut.

“Intinya hingga saat ini Kami berharap adanya inisiasi hingga PP Pordasi memberikan restu kepada Kami.” Tutup Dicky Kamsari.

Lalu apa tanggapan Triwatty Marchiano selaku Ketum PP Pordasi dalam menanggapi polemik ini? Tunggu beritanya hanya di www.berkuda.com