LANCAR DAN SUKSES, ECL 2020 RESMI DITUTUP

oleh -318 views

Ketum PP Pordasi Triwatty Marciano secara resmi menutup gelaran Equestrian Champions League (ECL) Final Round  pada Minggu (22/11). Penutupan Kejuaraan ECL seri pamungkas ini sekaligus mengakhiri kompetisi kejuaraan berkuda cabang equestrian yang sedianya telah menyelesaikan 6 putaran. Dalam penyelenggaraannya, Kejuaraan ECL pun harus berjibaku dengan masa pandemi Covid 19 yang dicanangkan Pemerintah sejak Maret 2020 silam, walhasil melalui perubahan jadwal dan sistem pertandingan, Kejuaraan ECL akhirnya berhasil dirampungkan di bulan November ini.

“Saya teringat, ditempat ini setahun yang lalu, Saya bersama Ibu Adinda Yuanita (Sekjen PP Pordasi), dan Nadia Marciano (Ketua Pengprov Pordasi Banten) menggagas Kejuaraan ECL ini yang akhirnya bisa Kita laksanakan ditahun 2020 ini.” Ujar Triwatty Marciano ketika memberikan sambutan usai penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.

 

Ketum PP Pordasi, Triwatty Marciano

 

Lebih jauh, Triwatty Marciano juga mengapresiasi PT. Prima Berkuda Indonesia (PBI) yang telah berhasil menyelenggarakan Kejuaraan ECL ditengah masa pandemi Covid 19. Penerapan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan merebaknya virus Covid 19 menjadi tugas berat yang harus dipikul PT. PBI selama kejuaraan berlangsung.

“Kita harus berbangga hati karena Kejuaraan ECL 2020 dapat berjalan dengan lancar dan aman.” Tambah Triwatty Marciano.

Pada Pelaksanaan Kejuaraan ECL seri 3 dan 4, Panitia memang memberlakukan standar protokol kesehatan yang ketat dengan memberlakukan sistem akreditasi setiap orang yang masuk ke area pertandingan. Bahkan di seri 5 dan 6, Panitia juga mewajibkan bagi setiap orang yang terlibat dalam pertandingan, baik panitia, peserta, para tenaga pendukung, dan penonton untuk membekali diri dengan surat keterangan telah melakukan swab atau rapid test dengan status negatif atau non reaktif.

“Kami juga menyadari dengan banyaknya kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan Kejuaraan ECL 2020 ini, untuk itu Kami memohon saran, kritik, dan masukan agar ke depannya Kejuaraan ECL bisa lebih baik lagi.” Tandas Triwatty Marciano.

 

Pose Jajaran PP Pordasi dengan Mantan Ketum PP Pordasi H. Eddy Saddak

 

Sebagai catatan, Kejuaraan ECL seri 1 dan 2 masih berjalan lancar sebelum Pemerintah menerapkan PSBB masa pandemi Covid 19.  Seri 3 dan 4 merupakan seri terberat bagi para peserta yang mengikuti Kejuaraan ECL di putaran tersebut, yang mana sistem pertandingan digelar secara marathon di dua venue berbeda yakni APM Equestrian Centre Tigaraksa Tangerang Banten dan JIEP Pulomas Jakarta Timur selama satu bulan, sementara seri 5 harus digelar dengan mengambil 2 kali akhir pekan dengan pemisahan antara kategori Dressage (tunggang serasi), dan Show Jumping (lompat rintangan), barulah diseri 6 yang merupakan seri pamungkas, Kejuaraan ECL diselenggarakan 3 hari berturut-turut dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat dan melibatkan pendampingan dari Tim Gugus Tugas Covid 19 dari Kelurahan dan Satpol PP setempat.