DUEL DI KELAS TERTINGGI, SIAPA YANG PANTAS JADI JUARANYA?

oleh -393 views

Jelang pelaksanaan Indonesian Equestrian Champions League (ECL) 2021 yang akan digelar di APM Equestrian Centre Kawasan Tigaraksa Tangerang Banten pada akhir pekan ini (18-19/9), atmosfir persaingan mulai mengemuka. Terlebih lagi penundaan kejuaraan liga berkuda Indonesia tersebut imbas dari penerapan PPKM Darurat dan Level 4 yang kini telah diturunkan statusnya membuat para atlet yang akan bersaing di kejuaraan tersebut menjadi lebih punya banyak waktu dalam mempersiapkan diri., dan itu membuat Kejuaraan ECL yang akan memasuki seri ke 3 dan 4 menjadi ajang bagi Mereka untuk unjuk kebolehan.

Tak hanya di lini atlet cilik dan junior, persaingan keras juga diprediksi akan terjadi dikelas paling bergengsi dengan lompatan tertinggi yakni SJ 140 Cm, dimana dikelas ini dihuni oleh sederatan atlet berpotensi lengkap dengan kuda-kuda terbaik. Dari klasemen poin sementara kejuaraan hasil akumulasi 2 seri lalu, Marco Wowiling dan Kuda Granadine (Equinara Horse Sport) tampaknya harus mewaspadai perlawanan dari rekan satu timnya yakni Andry Sutoyo yang berpasangan dengan Kuda Con Dinaro, bahkan kehadiran M. Akbar Kurniawan wakil Kurnia Stable yang menggandeng Kuda Prince Zizou pun tak bisa dianggap sebelah mata mengingat rider The Blue Army tersebut seringkali on fire di arena pertandingan. Sementara Ferry Sutoyo dan Kuda Cecilie (Equinara Horse Sport) pasti tak tinggal diam dalam persaingan ketat ini apalagi dengan status Ferry sebagai atlet kaya pengalaman dan pandai membangun kesempatan. Turun tandingnya Rosad Natsir dikelas platinum ini juga diprediksi akan membuat persaingan semakin seru, Rosad yang mewakili DNV Equestrian pasti akan memamfaatkan performa Kuda Charlie Lalan yang memang terkenal dengan gelar kuda juara.

 

Andry Sutoyo dan Con Dinaro jadi lawan berat

 

Dari pengamatan berkuda.com, memang sulit diprediksi siapa yang akan menguasai putaran 3 dan 4 Kejuaraan ECL kali ini, mengingat para atlet dan kuda-kuda yang bertanding memiliki keunggulan dari sisi masing-masing. Dengan waktu persiapan yang terbilang lebih dari cukup, bisa dipastikan hanya faktor keberuntunganlah yang akan berbicara untuk memutuskan siapa pemenangnya.

Sebagai pimpinan klasemen poin sementara setelah tampil juara di putaran perdana Kejuaraan ECL lalu, Marco Wowiling tentu akan berusaha mati-matian untuk mengungguli lawan-lawanya. Karakter Kuda Granadine yang sukses menyokong prestasi Ferry Sutoyo di beberapa tahun belakangan ini cukup menjadi modal kuat bagi Marco untuk memaksimalisasi performa Granadine yang notabene merupakan warisan dari Ferry Sutoyo.

 

Ferry Sutoyo saat bersama Granadine

 

Sementara Andry Sutoyo yang merupakan atlet senior Indonesia pun semakin hari semakin tampil impresif bersama Kuda Con Dinaro. Walaupun Kuda Con Dinaro terbilang kuda yang masih baru turun arena di Indonesia, kepiawaian Andry Sutoyo dalam membentuk karakter sekaligus mendongkrak performa Con Dinaro tak bisa dipandang sebelah mata. Itu semua terbukti dengan keberhasilan keduanya menjuarai kelas prestige ini di putaran 2 Kejuaraan ECL beberapa waktu lalu.

Lanjut ke M. Akbar Kurniawan (Aan) yang akan berduet dengan Prince Zizou. Duo pasangan ini pun berpotensi mendobrak persaingan dikelas para raja ini. Konsistensinya dalam berlatih  ditambah Aan yang sudah sangat mengenal karakter Prince Zizou tentu menjadikan wakil The Blue Army Kurnia Stable ini akan menjadi kuda hitam yang bisa saja menyabet kemenangan dari lawan-lawannya. Predikatnya sebagai atlet muda bertalenta dan haus gelar pun akan membuat repot para seniornya di lapangan pertandingan.

 

M. Akbar Kurniawan, konsistensi latihan jadi modal

 

Lalu bagaimana dengan Fery Sutoyo? Ini akan menjadi hal menarik untuk ditelisik. Meskipun pada pertandingan nanti Ferry akan berpasangan dengan kuda barunya yakni Cecilie tentu itu bukan masalah berat baginya dalam mengendalikan sang partner untuk tampil maksimal di pertandingan nanti. Kebesaran nama Ferry Sutoyo di pentas olahraga berkuda Indonesia sudah cukup menegaskan bahwa pasangan ini tak sekadar bertanding untuk uji coba, terlebih dari itu Ferry akan berusaha keras untuk naik ke tahata tertinggi meskipun tanpa Granadine mendampinginya.

Yang terakhir, bagaimana peluang Rosad Natsir? Ya, secara potensi, Rosad juga memiliki bakat besar dalam olahraga berkuda. Serangkaian pertandingan dari berbagai kejuaraan pun pernah dimenangi atlet muda Indonesia ini. Turun tanding bersama Kuda Charlie Lalan yang kesohor akan performa juaranya, cukup menjadi sinyal waspada bagi para pesaingnya nanti, dan bukan tak mungkin bila Dewi Fortuna menyertainya, maka Rosad akan menggondol gelar juara diakhir pertandingan nanti.

Dari berbagai keunggulan masing-masing atlet dan kudanya, tentu sangat sulit walau sekedar memprediksi siapa yang akan pulang dengan gelar juara. Namun dari materi para atlet dan kuda-kuda yang akan turun dikelas tertinggi ini, sudah terbayangkan bahwa pertandingan seru akan tersajikan di Kejuaraan ECL seri 3 dan 4 akhir pekan ini.